KENDARI-BEDAH.co.id.
Rabu, 11 Maret 2026 -Pemerintah Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari menggelar musyawarah mediasi terkait dampak lingkungan yang dirasakan warga akibat banjir dan lumpur dari aktivitas sejumlah perumahan di wilayah tersebut, Senin (11/03/2026).
Musyawarah yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Watulondo itu dipimpin langsung oleh Lurah Watulondo, Muhammad Rusdi Rudi, dan dihadiri LPM Watulondo, perwakilan warga terdampak, serta pihak pengembang perumahan di antaranya BTN Puri Kongoasa, BTN Ikay Residence, BTN Dreen Residence, dan BTN Saprolite Indah.
Lurah Watulondo Muhammad Rusdi Rudi mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari solusi bersama terkait keluhan warga yang terdampak banjir lumpur akibat aliran air dari kawasan perumahan di sekitar wilayah RT 15 RW 05.
“Musyawarah ini kita lakukan agar semua pihak dapat menyampaikan pendapatnya dan mencari solusi bersama sehingga dampak lingkungan yang dirasakan warga dapat diminimalkan,” ujar Rusdi.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pengembang dari BTN Ikay Residence, Gofar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak banjir, termasuk pembangunan talut dan drainase.
“Untuk masalah banjir yang berada di bagian bawah, jumlahnya sekitar 15 titik. Kami sudah membuat talut dan drainase agar tidak merusak jalan. Namun untuk intensitas hujan yang tinggi tentu itu di luar kendali kami,” jelas Gofar.
Pernyataan tersebut turut diamini oleh perwakilan BTN Dreen Residence, Asrul, yang menyebut sistem drainase di kawasan mereka terhubung dengan drainase milik BTN Ikay Residence.
“Drainase kami memang tersambung dengan Ikay, sehingga kami memiliki pandangan yang sama terkait penanganan yang sudah dilakukan,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Ian, berharap pihak pengembang dapat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang terkena dampak banjir lumpur.
Menurutnya, selain perbaikan sistem drainase, warga juga mengusulkan adanya kompensasi dari pihak pengembang.
“Akibat banjir lumpur ini rumah warga menjadi kotor dan rusak. Kami berharap pengembang dapat memberikan kompensasi minimal untuk pembelian cat rumah serta memperbaiki drainase agar kejadian serupa bisa diminimalkan ke depan,” ungkapnya.
Melalui musyawarah tersebut, diharapkan adanya tindak lanjut dari pihak pengembang untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan perumahan serta mencari solusi bersama guna mengurangi dampak banjir terhadap warga sekitar.
Sumber : Redaksi
Editor : RESKI CFLE
Reporter : Red Fikar Silondae







