KENDARI-BEDAH.co.id.
Senin, 10 Agustus 2026 -Gabungan komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (11/8/2026). Aksi ini dipicu maraknya dugaan praktik premanisme di kawasan Pelabuhan Kota Kendari yang dinilai sangat meresahkan para driver saat beroperasi.
Melalui unjuk rasa ini, para driver ojol mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas. Terdapat dua poin utama tuntutan yang akan disampaikan:
Penghentian Praktik Premanisme: Mendesak Pemerintah Daerah Kota Kendari dan instansi terkait untuk memberantas segala bentuk dugaan premanisme dan intimidasi oleh oknum-oknum di kawasan Pelabuhan Kendari.
Penegakan Hukum Tegas: Mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk memproses hukum oknum maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi premanisme sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perwakilan komunitas ojol menegaskan, jaminan keamanan dan kenyamanan di area publik—khususnya pelabuhan—sangat krusial bagi keberlangsungan kerja para pengemudi dan masyarakat umum. Mereka berharap kepolisian tidak tinggal diam dan memberikan perhatian serius atas persoalan ini.
Aksi unjuk rasa tersebut ditegaskan sebagai wujud penyampaian aspirasi secara damai agar pihak berwenang segera menghadirkan solusi konkret di lapangan.
Sumber : Redaksi
Editor : Rsk
Reporter : Red Fikar Silondae







