GOWA-BEDAH.co.id.
Sabtu, 10 Oktober 2026— Cengkraman sindikat narkotika lintas wilayah di Sulawesi Selatan akhirnya rontok. Satuan Reserse Narkoba Polresta Gowa menggulung jaringan peredaran gelap sabu seberat 100 gram yang dikendalikan dari kawasan Perumahan Istanbul, Gowa, dengan jangkauan distribusi yang ternyata telah menembus hingga ke wilayah Toraja.

Operasi senyap yang berbuah manis ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polresta Gowa, Kompol Ismail, S.H., M.M., bersama jajaran Unit I di bawah komando Kasubnit I, IPDA Asrullah, S.H.
Anatomi Sindikat: Peran Terselubung & Modus Digital
Dari penggerebekan di dua lokasi berbeda, aparat mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial AL dan AS. Hasil penyidikan sementara membongkar pembagian peran yang terorganisir rapi:
- AL: Otak operasional yang berperan aktif sebagai pengendali utama transaksi penjualan.
- AS: Tangan kanan yang bertugas meracik dan mengemas ulang barang haram tersebut.
Tak hanya konvensional, sindikat ini terendus memanfaatkan akun digital tertentu secara terselubung untuk menjaring calon pembeli dan memuluskan transaksi di balik layar.
Barang Bukti Ratusan Juta & Pengakuan 5 Kali Beraksi
Dari tangan para tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti krusial dengan nilai ekonomis fantastis:
- Sabu siap edar dengan berat total mencapai 100 gram (dengan taksiran harga pasar sekitar Rp1.200.000 per gram, total nilai barang bukti menyentuh angka Rp120 juta hingga Rp126 juta).
- Sejumlah paket sabu yang dibalut lakban merah rapi.
- Alat isap (pipet) dan timbangan digital presisi tinggi.

Fakta paling mencengangkan terkuak di ruang interogasi: salah satu terduga pelaku mengaku telah lima kali menerima dan mengedarkan pasokan barang haram tersebut. Yang lebih mengkhawatirkan, jaringan ini nekat memperluas jalur distribusinya hingga jauh ke wilayah Toraja.
Ketegasan Hukum & Kepatuhan Etik
Catatan Etik & Hukum: Sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), identitas pelaku sengaja disamarkan menggunakan inisial. Status hukum mereka tetap menjunjung tinggi keadilan hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Uji laboratorium forensik resmi juga terus berjalan untuk memastikan berat bersih serta kandungan zat barang bukti.
Kompol Ismail menegaskan, perjuangan belum usai. Tim penyidik terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar tuntas akar permasalahan—mulai dari menelusuri sumber pasokan utama, membongkar mekanisme aliran dana, hingga meringkus bandar besar di balik jaringan lintas kabupaten ini.
Pengungkapan ini menjadi alarm keras bahwa perang terhadap narkotika menuntut sinergi tanpa kompromi antara ketegasan aparat penegak hukum dan kepedulian masyarakat dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
Sumber : rujukan diolah dari laporan investigasi mendalam dan rilis resmi media online Tubarina.com.
Editor : Rsk







