KENDARI-BEDAH.co.id.
Sabtu 02 Agustus 2025, Hotel Claro, Jl. Edi Sabara, Kota Kendari , Dalam pembukaan Muktamar Nasional Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) 2025, yang berlangsung di Kota Kendari, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menyampaikan beberapa poin penting:
🔹 1. Apresiasi dan Terima Kasih
Sekda menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terpilihnya Kota Kendari sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Ia menyebutnya sebagai wujud kepercayaan nasional terhadap Sulawesi Tenggara, khususnya dalam mendukung kegiatan ilmiah dan profesional.
🔹 2. Kontribusi Ilmiah dan Budaya
Menurutnya, kehadiran para dokter forensik dan ahli medikolegal dari seluruh Indonesia:
Memperkaya diskusi ilmiah dalam dunia kedokteran forensik dan hukum,
Sekaligus membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan budaya lokal dan keramahan masyarakat Bumi Anoa.
🔹 3. Peran Strategis Profesi Forensik
Sekda menekankan pentingnya peran dokter forensik dan medikolegal dalam:
Menegakkan keadilan,
Melindungi hak asasi manusia,
Dan menjawab tantangan multidimensi dalam sistem hukum modern.
🔹 4. Etika dan Profesionalisme
Ia menggarisbawahi bahwa dalam menjalankan peran tersebut, sangat penting untuk selalu menjunjung tinggi:
Etika profesi,
Profesionalisme,
Serta dedikasi yang tulus dan konsisten.
🔹 5. Tema Muktamar yang Relevan
Muktamar kali ini mengangkat tema:
“Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Analisis Forensik dan Medikolegal”
Sekda menilai tema ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan reformasi sistem peradilan. Ia meyakini bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) dapat:
Meningkatkan efektivitas proses identifikasi forensik,
Menjamin akurasi data dan hasil analisis,
Serta memperkuat transparansi dalam praktik medikolegal.
🔹 6. Arahan Gubernur Sulawesi Tenggara
Mengakhiri sambutannya, Sekda juga menyampaikan pesan dan arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang menegaskan bahwa:
> “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendukung penuh upaya pengembangan ilmu kedokteran forensik dan medikolegal sebagai bagian integral dari sistem keadilan nasional. Diharapkan sinergi antara profesi medis dan hukum terus diperkuat, terutama melalui inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence.”Narasumber : fikar Silondae
Editor : RESKI CFLE
Reporter : A.Sukarno.B.







