๐ฝ๐๐๐๐.๐๐ค.๐๐โ๐ฝ๐ช๐ฃ๐๐ค-๐ ๐๐ข๐๐ – Menurut pantauan kami di SPBU 24,372,62. ada puluhan mobil pelansir BBM bersubsidi jenis solar dan beberapa gudang penimbunan BBM bersubsidi tidak jauh dari SPBU, yaitu di desa sungai lilin, Kec. tanah Sepenggal Lintas Kab. Bungo, Provinsi Jambi. Sabtu 30 Maret 2024.
Setelah itu kami lansung konfirmasi dengan salah satu oknum pelansir yang enggan di sebut namanya, menyampai kan, Setiap melansir BBM kami beri kadang, Rp 10,000, bahkan lebih
Uang tersebut tidak pernah kami memberi pada Manager, kami hanya memberi karyawan yang sedang bertugas mengisi BBM. Senin 25 Maret 2024.
Setelah itu kami lansung komfirmasi dengan Manager (Muji) SPBU no. 24.372.62 saat di konfirmasi oleh awak media, Muji menyampaikan nampaknya ada mobil pelangsir, tapi tidak ada penyampaian kepada saya sama sekali.
โPadahal sudah Pernah saya beri SP 1 dan 2, tujuan saya memberikan teguran (SP) tersebut supaya ada efek jera akan tetapi bukan berkurang bahkan tambah menjadi-jadi, memang saya kecewa dengan karyawan, surat peringatan saya tidak pernah di indahkannya.โ
โMungkin dalam waktu dekat ini atau habis lebaran, saya mau menghadap pimpinan, kalau bisa penyegaran anggota/karyawan saya yang berkerja di SPBU 24,37262, dengan alasan tidak mendengar apa yang saya beri nasehat kepada karyawan, saya sebagai orang kepercayaan (Manager) di sini.
Lanjut, apa yang saya sampaikan tidak diindahkan, soalnya saya takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan dengan SPBU ini, Karna ulah Angota/kariawan ,
di anggap pimpinan, saya tidak bisa dan tidak serius dalam berkerja,โ imbuhnya.
โPadahal yang bermain BBM bersubsidi jenis solar, di SPBU ini, kariawan dan Angota pelansir, nanti di kira atasan, saya yang bermain, BBM tersebut
Besar kemungkinan habis lebaran ini
Mau saya ganti semuanya, atau penyegaran semua karyawan, SPBU ini,โ tuturnya
Baca Juga: Gonjang Ganjing Bisnis Saham Al.Gazali, Akhirnya Erna Angkat Bicara ,Demi keseriusan saya berkerja, kami dari pihak pengurus SPBU sudah perna menyampaikan atau Kami laporkan ke pihak yang berwajib, sampai saat ini belum ada tindak lanjut,โ tuturnya (Red).







