Kapolri Copot Kapolda Sulteng di Tengah Badai Skandal Pemerasan Rp600 Juta.

                PALU-BEDAH.co.id.

Rabu,13 Mei 2026 -Gerbong mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali bergerak melalui surat telegram Kapolri nomor ST/960/V/2026/KEP tertanggal 7 Mei 2026. Namun, dari sembilan Kapolda yang diganti, sorotan tajam tertuju pada pencopotan Irjen Pol Dr. Endi Sutendi dari jabatannya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Mutasi ini tidak dipandang sebagai rotasi biasa. Pasalnya, Irjen Endi Sutendi kini hanya ditempatkan sebagai Perwira Tinggi (PATI) di lingkungan Polda Sulteng—sebuah langkah yang dinilai banyak pihak sebagai buntut dari raport merah kepemimpinannya di tengah skandal moral yang mengguncang institusi.

Kegagalan Menjaga Marwah Institusi? 🚩

Pencopotan ini terjadi tepat saat publik sedang mengecam keras dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Polda Sulteng di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Skandal ini menjadi viral dan mencoreng wajah Polri setelah pria berinisial MS membongkar praktik lancung oknum polisi yang diduga meminta “uang damai” fantastis sebesar Rp600 juta.

Kasus pemerasan terhadap pelaku dugaan penipuan online (passobis) ini menjadi bukti nyata betapa rapuhnya pengawasan internal di bawah komando yang lama. Penempatan Irjen Endi sebagai PATI seolah menjadi jawaban tegas dari Mabes Polri atas kegagalannya dalam menertibkan oknum-oknum “polisi pemeras” yang memanfaatkan jabatan untuk merampas uang rakyat.

Sumber : Medol BeritaSulsel.com

Editor : Rsk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *