GOWA-BEDAH.co.id.
Ketua Badan Buruh PP Gowa Mattawang, memberikan pernyataan Resmi terkait beredarnya informasi yang tidak benar dengan memfitnah Irfan Haris di platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu akun Fake Ben Bagas di Facebook menyerang nama baik Irfan Haris yang merupakan Pengurus Badan Buruh Pemuda Pancasila Gowa. Minggu, 20 April 2025.
Pertama-tama, kami menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam atas tindakan tidak bertanggung jawab dari Salah satu akun fake Facebook yang di gunakan dengan sengaja menyebarkan narasi sesat, tuduhan palsu, serta konten yang mengarah pada pencemaran nama baik dan karakter Irfan Haris.
Tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar, tidak memiliki bukti yang sah, dan sangat merugikan baik secara moral, sosial, maupun psikologis. Ujar, Mattawang.
Kami ingin menegaskan bahwa pengurus kami Irfan Haris adalah pribadi yang selama ini kami kenal baik, menjunjung tinggi etika, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Oleh karena itu, tuduhan yang dilemparkan tidak hanya menyakiti dirinya secara pribadi, namun juga melukai perasaan keluarga besar, sahabat, dan orang-orang yang mengenalnya secara langsung.
Kami menilai bahwa penyebaran fitnah ini adalah bentuk serangan karakter (character assassination) yang disengaja dan berpotensi memicu opini publik yang menyesatkan.
Dalam situasi seperti ini, kami memilih untuk tidak terpancing emosi, namun tetap menempuh langkah-langkah hukum yang sesuai demi mendapatkan keadilan dan membersihkan nama baik yang telah dicemarkan.
Irfan Haris dan Tim Hukumnya telah melaporkan Akun Fake tersebut Kepolres Gowa dengan Nomor Surat : STTLP/B/354/IV/2025/SPKT/POLRESGOWA/POLDA SULAWESI SELATAN, dan telah mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Saya sampaikan bahwa akan mendukung penuh langkah-langkah hukum yang diambil oleh pengurus kami Irfan Haris untuk menempuh jalur hukum yang sesuai, demi menjaga marwah dan kehormatan diri.
“Saya Selaku Ketua Badan Buruh PP Gowa meminta agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan etika dalam menggunakan media sosial. Kami mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyampaikan informasi, serta mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan sesuatu yang belum terbukti kebenarannya.”
Kami juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
Tidak semua yang viral adalah benar, dan setiap individu memiliki hak untuk dilindungi dari fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian. Marilah kita membangun ruang digital yang sehat dan beretika, dengan saling menghargai serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral dan solidaritas kepada Irfan Haris. Doa dan simpati dari sahabat, rekan, dan masyarakat yang peduli adalah kekuatan yang sangat berarti bagi kami dalam menghadapi ujian ini.
Sumber/ LP : Redaksi
Editor : Reski CFLE







