KONAWE SELATAN-BEDAH.co.id.
Selasa, 18 Agustus 2026 — Sejumlah karyawan yang bekerja di site PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di wilayah Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, harus menerima keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) sementara menyusul belum adanya kepastian terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kondisi tersebut terjadi karena RKAB PT WIN hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan akan diterbitkan atau mendapatkan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Situasi tersebut membuat manajemen PT WIN mengambil langkah untuk menghentikan sementara aktivitas sejumlah karyawan sambil menunggu kepastian mengenai kelanjutan operasional perusahaan.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi para pekerja, khususnya mereka yang menggantungkan kebutuhan hidup dan keluarga dari penghasilan sebagai karyawan perusahaan pertambangan tersebut.
Salah satunya adalah Andi, yang diketahui baru bekerja di PT WIN selama kurang lebih satu tahun. Ironisnya, Andi juga baru sekitar enam bulan melangsungkan pernikahan dan tengah menata kehidupan bersama keluarga barunya.
Keputusan penghentian sementara aktivitas tersebut membuat Andi dan sejumlah pekerja lainnya harus menghadapi ketidakpastian pendapatan. Bagi mereka, keberlangsungan aktivitas perusahaan bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga menyangkut kebutuhan keluarga.
Berdampak pada Masyarakat Lingkar Tambang
Dampak berhentinya aktivitas PT WIN tidak hanya dirasakan oleh para pekerja. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Torobulu merupakan salah satu wilayah tempat sebagian karyawan PT WIN berdomisili. Selain para pekerja, aktivitas ekonomi masyarakat sekitar juga selama ini turut bergerak dari keberadaan para karyawan perusahaan.
Pedagang, pelaku usaha kecil, maupun masyarakat yang berada di lingkar tambang menjadi pihak yang ikut merasakan dampak ketika aktivitas pertambangan berhenti.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat merespons kondisi tersebut dan membantu mencari solusi agar aktivitas masyarakat di lingkar tambang Torobulu dapat kembali berjalan.
Sebelumnya Sempat Menjadi Sorotan Publik
Sebelumnya, aktivitas pertambangan PT WIN sempat menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Perusahaan tersebut diberitakan melakukan aktivitas penambangan yang lokasinya disebut berada di belakang rumah warga.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian lebih luas hingga menjadi pemberitaan di sejumlah media nasional.
Pemerintah juga disebut telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang menjadi sorotan. Selain itu, aparat penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, termasuk unsur Krimum Mabes Polri, turut melakukan peninjauan terkait persoalan yang berkembang.
Dari hasil peninjauan tersebut, tidak ditemukan adanya persoalan sebagaimana isu yang sebelumnya berkembang mengenai aktivitas penambangan di belakang rumah warga.
Menunggu Kepastian RKAB
Kini, para karyawan PT WIN masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan operasional perusahaan, terutama terkait RKAB yang menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan pertambangan.
Bagi para pekerja, kepastian mengenai kelanjutan aktivitas PT WIN bukan sekadar persoalan operasional perusahaan. Hal tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan pekerjaan, pendapatan, dan kehidupan keluarga mereka.
Masyarakat lingkar tambang Torobulu juga berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
Mereka berharap adanya solusi dan kepastian agar aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara dapat kembali berjalan, sehingga para pekerja dapat kembali bekerja dan roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah pertambangan dapat kembali bergerak.
Sumber : Redaksi
Editor : Rsk
Reporter : Red Fikar Silondae







