Gebrakan Baru Wakil Gubernur Hugua: Sultra Siap Rebut Peluang Ekspor Non-Tambang

        KENDARI-BEDAH.co.id.

Kamis 31 Juli 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengukir tonggak baru dalam pengembangan ekonomi daerah melalui acara bertajuk “Merebut Peluang Ekspor Non-Tambang Sultra dari Tangan Orang Lain” yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Ir. Hugua M.,Ling,Rabu 30 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menegaskan bahwa potensi kekayaan alam Sultra—baik laut maupun darat—masih belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan daerah sendiri.

“Lautnya oke, daratnya oke, komoditasnya keren-keren, tapi nilai ekspornya malah dicatat daerah lain!” tegas Hugua.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, 94% ekspor Sultra masih didominasi oleh sektor pertambangan, terutama nikel. Padahal, sektor perikanan dan pertanian yang menyumbang 23% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), belum memberikan kontribusi ekspor yang sebanding.

Namun, momentum perubahan mulai terlihat. Berkat konsolidasi lintas instansi seperti Bea Cukai, Karantina, dan Pelindo, Sultra berhasil mencatat ekspor perikanan sebesar 98 ton—angka signifikan yang sebelumnya tidak tercatat. Ini menjadi bukti bahwa potensi ekspor non-tambang Sultra mulai bangkit.

Hugua juga menyoroti pentingnya hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Nikel diolah jadi barang jadi, nilai jualnya jauh lebih tinggi. Hal yang sama berlaku untuk hasil perikanan, pertanian, bahkan sektor pariwisata,” jelas mantan Bupati Wakatobi ini.

Wagub menargetkan pertumbuhan ekonomi Sultra yang lebih tinggi dari saat ini dari 5,6% ke angka 8,1% sesuai target nasional. Ia menekankan bahwa capaian tersebut bisa diraih jika seluruh elemen bersinergi, dari pemerintah hingga pelaku UMKM.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Perwakilan Bea Cukai Kendari, Taufik Sato, menyatakan kesiapan mendukung pelaku usaha dengan sistem perizinan berbasis paperless, yang mempermudah proses ekspor.

Sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, Pelindo, dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci penting untuk menjadikan Sultra sebagai pemain utama dalam perdagangan global.

Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi Sultra menuju masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Narasumber : fikar Silondae

Editor : RESKI CFLE

Reporter : Red A.Sukarno.B.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *