KLARIFIKASI WAJIB! SKANDAL ASMARA, ANGGARAN BESAR DAN PEMUTUSAN BEASISWA – KETEGANGAN HEBAT DI KANTOR DPRD GOWA

            GOWA-BEDAH.co.id.

Selasa,12 Mei 2026 -DILANSIR DARI MEDSOS @Relawan Gowaberua, Suasana di Kantor DPRD Kabupaten Gowa memanas hingga memuncak pada Senin (11/5/2026). Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas isu-isu sensitif yang mengguncang masyarakat lokal berakhir dengan ketegangan yang nyata, baik di dalam ruang sidang maupun di pintu gerbang markas wakil rakyat tersebut.

Rapat ini diinisiasi setelah dua isu besar mencuat dan memicu protes luas di kalangan masyarakat Gowa: skandal asmara yang menyeret nama pimpinan daerah, serta program pengadaan baju seragam gratis tahun 2025 dengan anggaran yang mencapai Rp15 miliar, ditambah isu pemutusan beasiswa secara sepihak.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai lembaga swadaya masyarakat dan media, antara lain Lembaga Poros Pemuda Melawan (Pormula), Independen Nasionalis Anti Korupsi (Inakor), serta Media Fatualnet. Dua tuntutan utama yang diajukan oleh koalisi ini adalah meminta klarifikasi menyeluruh terkait dugaan skandal yang melibatkan tokoh pemerintahan, serta menuntut penjelasan atas kebijakan kontroversial yang membatalkan beasiswa jenjang S3 milik mahasiswa bernama Risqila Amran.

“Kami menuntut transparansi sepenuhnya. Ini bukan sekadar soal moralitas seorang pemimpin, melainkan soal hak dasar pendidikan anak bangsa yang diputus tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat diterima,” ujar perwakilan dari Pormula saat berbicara dalam jalannya rapat.

Sementara suasana di dalam ruangan dipenuhi perdebatan sengit dan pertukaran pendapat yang tajam, situasi di luar gedung menjadi mencekam dan penuh ketegangan. Sekelompok mahasiswa yang berniat melakukan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan hal yang sama tidak diizinkan masuk ke area kantor DPRD. Mereka terhalang oleh massa dari organisasi masyarakat bernama KIWAL Garuda Hitam, sehingga terjadi pertemuan yang tegang dan upaya pengusiran di depan pintu masuk gedung.

Untuk mengamankan situasi, barikade dari Brimob, TNI, Satpol PP beserta anggota dari berbagai organisasi masyarakat termasuk KIWAL Garuda Hitam ditempatkan di titik strategis pintu masuk. Pihak keamanan menyatakan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah, namun situasi tetap memanas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan fisik yang lebih luas. Polisi segera memperketat pengawalan dan penjagaan guna mencegah terjadinya pertikaian yang merugikan kedua belah pihak maupun masyarakat umum.

Hingga berita ini diturunkan, jalannya RDP di dalam gedung masih dipenuhi perdebatan yang alot dan pertukaran pendapat yang tajam. Belum ada pernyataan resmi atau keputusan akhir yang dikeluarkan baik dari pihak Pemerintah Kabupaten Gowa maupun perwakilan DPRD terkait tuntutan dan isu yang diajukan. Sementara itu, massa mahasiswa masih bertahan di sekitar lokasi kejadian, terus menyuarakan aspirasi dan orasi mereka dengan tuntutan agar suara dan keinginan warga dapat didengar langsung oleh pimpinan dewan tanpa adanya campur tangan atau hambatan dari pihak manapun.

Sumber : di Lansir Medsos Relawan Gowaberua

Editor : Rsk

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *