TAKALAR-BEDAH.co.id.
Sabtu, 22 Agustus 2026 – Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PIER) bernilai Rp100 juta di Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, mendapat perhatian dari warga setempat.
Pengerjaan fisik proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut disinyalir perlu pengawasan ketat agar mutu bangunan tetap terjaga.
Pantauan di lokasi pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan kekhawatiran warga terkait proses pengerjaan.
Pemasangan batu saluran irigasi dinilai minim galian pondasi serta menggunakan campuran material yang terkesan kurang rapi, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi ketahanan bangunan di masa mendatang.
Proyek di bawah naungan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian ini dikerjakan oleh IP3A Pammukkulu Sejahtera untuk mengaliri lahan pertanian seluas ±10 hektar.
Warga berharap instansi terkait dapat memantau langsung pengerjaan di lapangan agar alokasi dana publik tersebut tepat guna.
“Anggaran APBN ini harus dimaksimalkan untuk kepentingan petani. Pengawasan ketat sangat penting agar pengerjaan fisik benar-benar memberikan manfaat jangka panjang,” ujar salah seorang warga setempat.
Menanggapi masukan warga tersebut, Penanggung Jawab Proyek, Nasi Dg Lurang, menyampaikan penjelasannya terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pihaknya menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan fisik telah mengacu pada aturan dan pedoman baku yang ditetapkan oleh kementerian.
“Seluruh proses pelaksanaan kegiatan di lapangan sudah dilaksanakan secara bertahap dan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku,” jelas Nasi Dg Lurang saat dikonfirmasi media.
Sumber : Redaksi
Editor : Rsk







