KENDARI-BEDAH.co.id.
Rabu 20 Agustus 2025, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, memimpin apel pagi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sultra sekaligus melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Dalam arahannya, Wagub menyampaikan sejumlah poin penting sebagai berikut:
1. Inovasi Apel Pagi: Hadirkan Pesan Bermakna
Mulai apel pagi berikutnya, para Kepala Bidang diminta untuk menyampaikan pesan singkat yang bernilai bagi kehidupan, seperti kutipan dari buku motivasi, artikel, atau jurnal.
Tujuan dari inovasi ini adalah agar apel pagi menjadi lebih bermakna, inspiratif, dan ditunggu-tunggu oleh peserta, bukan sekadar rutinitas administratif.
2. Penegakan Disiplin ASN Melalui Sidak
Wagub menegaskan bahwa dirinya akan terus melakukan sidak ke seluruh OPD secara mendadak tanpa jadwal pasti.
Langkah ini diambil untuk membangun budaya disiplin yang kuat dan melembaga di lingkungan ASN Sultra.
“Disiplin adalah kunci menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju,” tegasnya.3. Laporan Kehadiran ASN Disketapang
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ari Sismanto, melaporkan bahwa jumlah pegawai saat ini sebanyak 64 orang, termasuk yang bertugas di UPTD dan kios pangan.
Pada apel pagi tersebut, tingkat kehadiran ASN mencapai 87 persen.
Wagub memberikan apresiasi atas capaian tersebut, karena telah melampaui ambang batas ideal 75 persen, yang menunjukkan bahwa disiplin mulai tumbuh sebagai budaya kerja di Disketapang.
4. Ketidaksesuaian Data Absensi Manual dan Elektronik
Wagub menyoroti adanya ketidaksesuaian antara data absensi manual dan elektronik di beberapa OPD.
Contoh yang ditemukan: peringkat absensi manual berada di posisi 11, sementara elektronik justru peringkat 1.
“Ini membingungkan dan menimbulkan dugaan adanya rekayasa data. Seharusnya kedua sistem konsisten dan saling menguatkan.”
Wagub menegaskan bahwa absensi elektronik merupakan data yang sah dan diakui secara resmi, sedangkan absensi manual hanya bersifat pendukung.
Ia meminta Satpol PP dan pejabat pengawas untuk memastikan pencatatan kehadiran dilakukan secara objektif dan akuntabel.5. Disiplin ASN sebagai Pilar Indonesia Emas 2045
Wagub mengaitkan pentingnya disiplin ASN dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia ditargetkan menjadi negara maju saat berusia 100 tahun.
“Bangsa yang maju ditandai dengan masyarakat yang disiplin, sehat, dan berkarakter
Sumber : Redaksi
Editor : RESKI CFLE
Reporter : Red Fikar Silondae







