Maulid Akbar dan Haul Leluhur Saadah Digelar di Makassar, Dpc Rabithah Alawiyah Makasar Kukuhkan Kepengurusan Baru

     MAKASSAR-BEDAH.co.id.

Sabtu,26 September 2026 — Nuansa khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Maulid Akbar dan Haul para leluhur Saadah Jamaah Makassar yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rabithah Alawiyah Makassar, Kamis, 25 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Jiwa, Jalan Sungai Poso, Makassar, tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa dan perjuangan para leluhur Saadah Jamaah Makassar.

Maulid dan Haul tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud kecintaan kepada para leluhur Saadah Jamaah Makassar. Melalui momentum ini, nilai-nilai keteladanan, perjuangan, serta warisan keagamaan para pendahulu diharapkan dapat terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WITA itu juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua serta pengukuhan kepengurusan DPC Rabithah Alawiyah Makassar.

Tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan keagamaan dan organisasi, panitia juga memberikan perhatian terhadap kesehatan para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, tersedia *layanan medical check-up gratis* yang meliputi pemeriksaan *gula darah, kolesterol, dan tekanan darah*.

Layanan kesehatan gratis tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian panitia kepada para tamu undangan. Para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara cuma-cuma di sela rangkaian kegiatan Maulid Akbar dan Haul.

Sejumlah habaib dan ulama hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Habib Kholid Al Madihij dari Jakarta, Habib Rifki Al Hamid dari Ambon, Habib Sehan Assegaf selaku Ketua Maktab Daimi DPP Rabithah Alawiyah, serta Habib Mahmud Al Hamid, pimpinan Majelis Jamiatul Mubarak Makassar.

Turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Dr. KH. Baharuddin HS., M.A., serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Rabithah Alawiyah Jakarta, Prof. Habib Muhammad Alhamid.

Pelantikan Pengurus DPC Rabithah Alawiyah Makassar

Dalam rangkaian acara tersebut, Prof. Habib Muhammad Alhamid melantik Habib Qurais Abdurahman Alhamid sebagai Ketua DPC Rabithah Alawiyah Makassar sekaligus mengukuhkan jajaran kepengurusan DPC Rabithah Alawiyah Makassar.

Dalam sambutannya, Habib Qurais Abdurahman Alhamid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Maulid Akbar dan Haul yang dirangkaikan dengan pelantikan serta pengukuhan kepengurusan.

Ia berharap seluruh pengurus yang telah menerima amanah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta memperkuat kebersamaan di antara pengurus dan jamaah.

Ia juga berharap DPC Rabithah Alawiyah Makassar dapat terus mempererat tali silaturahmi dan berperan dalam kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil Pengasuh Pondok Pesantren Anwarut Taufiq, Malang Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan tausiyah yang disampaikan Habib Jamal Ba’agil.

Dalam tausiyahnya, Habib Jamal Ba’agil mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW, terutama dalam menjaga lisan dan memperlakukan sesama makhluk dengan penuh kelembutan.

“Nabi itu tidak pernah mencaci. Bahkan, binatang, angin, hujan, alam, bahkan syaitan pun tidak pernah dicaci oleh Nabi. Begitulah akhlak Nabi yang lemah lembut,” ujar Habib Jamal Ba’agil.

Ia juga menggambarkan keindahan dan kemuliaan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi seluruh umat Islam.

“Paling indah wajahnya, paling bercahaya. Setiap orang yang melihat Nabi bagaikan melihat bulan purnama yang paling terang,” tuturnya.

Menurut Habib Jamal Ba’agil, kemuliaan dan cahaya Rasulullah SAW tidak pernah pudar.

“Kalau bulan purnama masih memiliki kekurangan dan cahayanya dapat hilang ketika matahari terbit, namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, cahayanya tidak akan pernah pudar sampai kapan pun,” lanjutnya.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai dorongan untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga ucapan, mempererat persaudaraan, menghormati sesama, serta memperlakukan makhluk Allah dengan kelembutan menjadi bagian dari nilai keteladanan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Haul sebagai Bentuk Penghormatan kepada Leluhur

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan Haul menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Haul para leluhur Saadah Jamaah Makassar digelar sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada para pendahulu yang telah mewariskan nilai-nilai keagamaan dan keteladanan kepada generasi setelahnya.

Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mengenang jasa dan perjuangan para leluhur sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan mereka.

Bagi jamaah, peringatan Maulid dan Haul menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menjaga hubungan antarsesama.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ditutup dengan Doa

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua MUI Makassar, Dr. KH. Baharuddin HS., M.A.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Para habaib, ulama, pengurus DPC Rabithah Alawiyah Makassar, jamaah, serta sejumlah undangan mengikuti kegiatan hingga selesai.

Layanan medical check-up gratis yang meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah turut melengkapi rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran layanan ini menjadi bentuk kepedulian panitia terhadap kesehatan para tamu undangan yang hadir.

Melalui pelaksanaan Maulid Akbar dan Haul tersebut, DPC Rabithah Alawiyah Makassar turut menjaga tradisi penghormatan kepada para leluhur sekaligus memperkuat silaturahmi dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa mengenang perjuangan para pendahulu bukan hanya tentang melihat kembali masa lalu, tetapi juga mengambil keteladanan untuk diteruskan kepada generasi mendatang.

Sumber : Redaksi

Editor : Rsk

Reporter : (Red) Muh Rais Alhamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *