KENDARI-BEDAH.co.id.
Selasa 19 Agustus 2025, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengambil langkah tegas dan strategis dalam menanggulangi maraknya kasus tawuran pelajar di wilayahnya. Dalam pertemuan bersama para kepala sekolah dan instansi terkait, Gubernur menginstruksikan sejumlah upaya terpadu untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pelajar.
Beberapa langkah strategis tersebut antara lain:
1. Patroli Gabungan Sekolah dan Satpol PP Provinsi
Dilakukan secara rutin di titik-titik rawan konflik antar pelajar sebagai upaya pencegahan sejak dini.
2. Identifikasi Akar Permasalahan di Lingkungan Sekolah
Kepala sekolah bersama Dinas Pendidikan diminta melakukan pendekatan personal serta analisis situasi yang mendalam terhadap dinamika sosial siswa.
3. Penguatan Kegiatan Ekstrakurikuler Kolaboratif
Kegiatan di luar kelas akan difokuskan pada pengembangan interaksi sosial positif antar pelajar, bukan kompetisi yang dapat memicu perselisihan.
4. Pendekatan Humanis oleh Guru dan Kepala Sekolah
Ditekankan pentingnya komunikasi yang empatik serta tindakan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menghadapi pelajar yang bermasalah.
5. Pelaksanaan Tes Urin Secara Acak
Dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan zat terlarang di kalangan pelajar.
6. Apel Umum Pelajar Bersama Gubernur
Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi antara pemerintah dan pelajar serta menanamkan nilai kedisiplinan dan semangat kebersamaan.
Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan harapan agar seluruh langkah ini mampu mengurangi potensi konflik dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Langkah-langkah ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan edukatif. Kita ingin membangun suasana belajar yang sehat secara emosional dan sosial,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian atas insiden tawuran yang menimpa seorang siswa bernama Alfiansyah, Gubernur juga melakukan kunjungan langsung ke ruang perawatan di RS Bahteramas. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan dukungan moril kepada orang tua korban.
“Sabar ya, semoga cepat pulih. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi. Kita doakan yang terbaik,” tutur Gubernur kepada keluarga Alfiansyah.
Langkah cepat dan responsif ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih aman dan berorientasi pada pembinaan karakter generasi muda.
Sumber LP : Redaksi
Editor : RESKI CFLE
Reporter : Red Fikar Silondae







