KENDARI-BEDAH.co.id.
Rabu 20 Agustus 2025, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, Aris Badara, menyampaikan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai langkah preventif untuk mencegah terulangnya aksi tawuran antar pelajar.
Pernyataan tersebut disampaikan Aris Badara di Kendari pada Selasa (19/8/2025), menyusul insiden bentrokan antar siswa yang menyebabkan seorang pelajar harus dirawat intensif di RSUD Bahteramas.
“Mulai hari ini, kami bekerja sama dengan Satpol PP untuk melakukan patroli di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya pelajar dan rawan terjadi tawuran,” ujar Aris Badara usai mengumpulkan ratusan siswa SMKN 2 Kendari di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.
Patroli ini akan melibatkan 19 guru perwakilan dari sejumlah SMA/SMK di Kota Kendari, yang akan bergabung bersama personel Satpol PP. Mereka akan menyasar lokasi-lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik rawan terjadinya aksi tawuran pelajar.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, turut menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi tawuran antar pelajar tidak seharusnya terjadi dan harus menjadi perhatian bersama.
“Mulai sekarang, setiap sekolah wajib melaksanakan apel pagi secara rutin dan berada langsung di bawah pengawasan Gubernur. Harus ada pembinaan yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para siswa,” tegas Gubernur Sultra.
Sumber LP : Redaksi
Editor : RESKI CFLE
Reporter : Red Fikar Silondae







