KONAWE SELATAN – BEDAH.co.id
Rabu 19 Agustus 2026, Suasana berbeda kini dirasakan masyarakat di lingkar tambang Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya cukup menggeliat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini mulai meredup seiring berhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN).
Para pedagang UMKM yang setiap hari mengandalkan aktivitas masyarakat dan pekerja tambang untuk memperoleh penghasilan, kini harus menghadapi kondisi yang jauh berbeda. Jika sebelumnya transaksi dan perputaran uang terjadi setiap hari, kini sejumlah lokasi usaha terlihat lebih sepi.
Keadaan tersebut turut dirasakan oleh sejumlah mantan karyawan PT Wijaya Inti Nusantara. Mereka berharap dapat kembali memperoleh pekerjaan di wilayah tempat tinggalnya. Namun, dengan terhentinya aktivitas perusahaan, harapan tersebut untuk sementara harus mereka simpan sebagai bagian dari kenangan.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga terhadap roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Pedagang makanan, warung kelontong, jasa transportasi, hingga berbagai usaha kecil lainnya turut merasakan berkurangnya aktivitas ekonomi.
Sementara itu, saat dimintai keterangan oleh awak media, Camat Laeya mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya tidak menginginkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.
Namun, menurutnya, kondisi operasional perusahaan saat ini menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan mengalami kesulitan dalam mempertahankan aktivitas dan pembayaran gaji karyawan.
“Perusahaan sebenarnya tidak ingin memberikan keputusan PHK. Akan tetapi, perlu juga dilihat bahwa kegiatan PT Wijaya Inti Nusantara saat ini tidak lagi beroperasi untuk melakukan penjualan nikel. Sementara untuk membayar gaji karyawan, perusahaan bergantung pada hasil penjualan nikel,” ujar Camat Laeya kepada awak media.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, termasuk terkait penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Wijaya Inti Nusantara.
Menurutnya, keberlanjutan aktivitas perusahaan di wilayah lingkar tambang memiliki dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Jika perusahaan dapat kembali beroperasi, pelaku UMKM diharapkan dapat kembali menghidupkan usaha mereka dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain itu, keberadaan perusahaan juga diharapkan dapat membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat setempat sehingga perekonomian di wilayah lingkar tambang Torobulu dapat kembali bergerak.
“Harapan kami, pemerintah pusat bisa merespons kondisi ini dan RKAB PT WIN dapat diterbitkan. Dengan adanya perusahaan yang kembali beraktivitas di lingkar tambang, UMKM dan pedagang bisa kembali menghidupi keluarga, sementara masyarakat sekitar juga dapat diberdayakan oleh perusahaan,” tutup Camat Laeya Ansar.,S.P
(Fikar Silondae)







