KENDARI-BEDAH.co.id.
Kendari,19 Januari 2026 -Kebersihan Teluk Kendari, termasuk kawasan Kendari Beach, perlu menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kota Kendari.
Pasalnya, kondisi kebersihan kawasan pesisir tersebut berdampak langsung terhadap keindahan kota, sektor pariwisata, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem laut.
Namun di sisi lain, masih ditemukan bangkai kapal yang terlihat jelas di kawasan Kendari Beach. Keberadaan bangkai kapal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai peran dan langkah dinas terkait dalam menegur maupun menindak pemilik kapal yang membiarkan asetnya terbengkalai di area pesisir.
Berdasarkan pantauan awak media, bangkai kapal tersebut telah lama berada di lokasi dan hingga kini belum terlihat adanya penanganan. Kondisi ini dinilai mengganggu estetika pesisir Kendari Beach yang seharusnya dijaga kebersihannya sebagai salah satu ikon Kota Kendari.
Selain merusak pemandangan, bangkai kapal juga berpotensi mengganggu ekosistem Teluk Kendari. Pencemaran dari material kapal dikhawatirkan dapat berdampak pada kehidupan biota laut serta keseimbangan ekosistem pesisir.
Aktivis pemerhati lingkungan Sulawesi Tenggara dari LSM TMPB, Samsu, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Namun ia menyayangkan kondisi kebersihan di bibir Teluk Kendari yang dinilai belum mendapat perhatian serius.
“Kebersihan di kawasan pesisir Teluk Kendari seharusnya menjadi perhatian utama, apalagi Kendari Beach menjadi destinasi tersendiri. Ini menyangkut wajah kota dan masa depan pariwisata,” ujar Samsu.
Ia juga menegaskan perlunya keterlibatan aktif Dinas Perikanan, baik tingkat provinsi maupun kota, dalam memantau dan menindak pemilik kapal yang membiarkan bangkai kapal berada di kawasan pesisir. “Itu memang menjadi tugas dinas terkait untuk memastikan tidak ada kapal yang merusak lingkungan laut,” tambahnya.
Oleh karena itu, kebersihan dan penataan kawasan Kendari Beach diharapkan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemilik kapal, dan masyarakat, guna menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Kendari.
Sumber : fikar Silondae
Editor : RESKI CFLE
Reporter : Red Fikar Silondae







