Makassar- Bedah. co.id.
Rabu, 24 Juni 2026 – Solidaritas Driver Gojek Makassar (SDGM) yang bergabung dalam Jaringan Ojek Online Sulawesi Selatan (JOSS) bersama Brigade Muslim Indonesia (BMI) menggelar kegiatan silaturahmi dan diskusi santai di Masagena Coffee, Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum SDGM sekaligus Ketua Umum JOSS, Asri Gompo, Ketua Umum BMI, Muh. Zulkifli, ST, MM, serta Wakil Ketua SDGM, Bayu (Om BLVCKDOTY). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membincangkan pelbagai dinamika yang dihadapi di jalan raya, khususnya yang menjejaskan aktiviti pengemudi ojek dalam talian.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua SDGM, Bayu, menyampaikan bahawa pengemudi ojol pada prinsipnya menghormati kebebasan berpendapat dan hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi yang diperkuat. Namun demikian, menurutnya, pelaksanaan aksi juga perlu memperhatikan aktiviti masyarakat yang bergantung pada akses jalan sebagai sarana mencari nafkah.
“Teman-teman ojol memahami semangat perjuangan siswa dalam menyuarakan aspirasi. Banyak di antara kami yang pernah menjadi siswa dan terlibat dalam gerakan kemahasiswaan. Oleh kerana itu, yang kami anggap adalah adanya ruang komunikasi dan saling memahami agar aktiviti penyampaian aspirasi tetap berjalan tanpa menghambat keperluan masyarakat lain,” ujar Bayu.
Sementara itu, Asri Gompo menjelaskan bahawa penutupan akses jalan secara total sering kali mendatangkan kesan apabila bertambahnya waktu perjalanan, keterlambatan penghantaran pesanan, hingga menurunkan kualiti layanan yang diterima pelanggan. Keadaan tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi pendapatan dan keberlangsungan pekerjaan untuk pengemudi ojol.
Ketua Umum BMI, Muh. Zulkifli, ST, MM, yang akrab disapa Bang Zul, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan semangat kebersamaan dan saling menghargai dalam menyampaikan aspirasi.
“Kita semua mempunyai tujuan yang sama, iaitu menginginkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Oleh kerana itu, diperlukan keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan masyarakat yang sedang beraktivitas mencari nafkah,” ungkapnya.
Melalui forum silaturahmi ini, SDGM, JOSS dan BMI berharap seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang lebih baik sehingga terlaksananya penyampaian pendapat di ruang publik tetap berjalan dengan tertib, aman, dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat luas.
Sebagai bentuk solusi bersama, peserta diskusi mendorong adanya pengaturan teknis yang lebih humanis dalam pelaksanaan aksi efisiensi, termasuk mempertimbangkan akses bagi kendaraan yang melayani kebutuhan masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.
Sumber: Redaksi
Editor: Rsk







