HMI Cabang Kolaka Soroti Operasional RS Alodia, Dua Surat Audiensi Tak Kunjung Ditanggapi

           KOLAKA-BEDAH.co.id.

Sabtu, 21 Februari 2026 -Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolaka mempertanyakan transparansi manajemen Rumah Sakit (RS) Alodia terkait standar pelayanan dan kepatuhan regulasi. Pasalnya, hingga saat ini, pihak rumah sakit diketahui belum memberikan respons terhadap dua surat audiensi yang telah dilayangkan oleh organisasi mahasiswa tersebut.

Sikap bungkam manajemen RS Alodia ini memicu kritik tajam. HMI menilai tidak adanya tanggapan atas surat resmi tersebut menunjukkan lemahnya iktikad baik pihak rumah sakit dalam menjamin keterbukaan informasi kepada publik.

HMI mengungkapkan adanya temuan serius terkait tata kelola lingkungan di RS Alodia. Pertama, mengenai Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan kesehatan. Kedua, HMI menyoroti ketidakjelasan proses pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang hingga kini tidak diketahui polanya, sehingga berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Persoalan lain yang tidak kalah krusial adalah manajemen sumber daya manusia. HMI menduga adanya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala apoteker di rumah sakit tersebut. Selain itu, HMI juga mengendus praktik sebagian dokter yang hanya “simpan nama” di papan administrasi namun tidak hadir secara langsung di rumah sakit untuk memberikan layanan. Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang mengharapkan kepastian pelayanan dari tenaga ahli secara fisik.

HMI juga mempertanyakan status klasifikasi RS Alodia sebagai rumah sakit khusus tipe C. Berdasarkan investigasi lapangan, ditemukan adanya ketidaksesuaian jumlah tempat tidur yang tidak memenuhi standar minimum bagi rumah sakit dengan tipe tersebut. Hal ini memicu desakan agar instansi terkait segera melakukan audit terhadap kelayakan izin operasional RS Alodia.

Saat dikonfirmasi, owner DR Dewi Putria bungkam dan tidak merespons media ini sampai berita ditayangkan.

Ketua atau perwakilan HMI Cabang Kolaka menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa klarifikasi. “Kami sudah menyurati pihak pimpinan RS Alodia sebanyak dua kali untuk audiensi, namun surat tersebut sama sekali tidak ditanggapi. Jika dalam waktu dekat tidak ada sikap terbuka kepada publik, kami pastikan HMI Cabang Kolaka akan menggelar aksi demonstrasi ke pihak terkait untuk menuntut transparansi,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Kolaka.

Sumber : Redaksi

Editor : RESKI CFLE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *