TAMBANG DEKAT PEMUKIMAN WARGA, GMBI KONAWE SELATAN DESAK PEMERINTAH TINDAK TEGAS

          KONAWE- BEDAH. co.id.

Minggu,03 Mei 2026 — Kegiatan penambangan yang berlangsung di wilayah lingkar tambang Kabupaten Konawe Selatan menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Persoalan ini muncul karena lokasi usaha tersebut beroperasi dalam jarak yang sangat berdekatan dengan pemukiman warga.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi menyatakan merasakan dampak langsung sekaligus risiko bahaya yang mengancam. Mereka khawatir akan terjadinya bencana tanah longsor, kerusakan lingkungan hidup, hingga bahaya yang dapat merusak tempat tinggal dan membahayakan keselamatan jiwa.

Merespons kondisi tersebut, Ketua LSM GMBI Distrik Konawe Selatan, Sulfikar, menyampaikan kritik sekaligus keprihatinan yang mendalam.

Menurutnya, aktivitas penambangan yang dilakukan terlalu dekat dengan pemukiman ini sangat perlu ditinjau kembali. Baik dari sisi aspek keamanan, maupun kepatuhan perusahaan terhadap aturan dan standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

❝Bagaimana jika suatu saat terjadi longsor atau kerusakan lingkungan akibat kegiatan ini? Rumah warga berada tepat di sekitarnya, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas segala kerugian dan korban yang mungkin timbul nanti?❞ tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya tindakan nyata dari Pemerintah Daerah Konawe Selatan bersama instansi teknis terkait. Perlu dilakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh, guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai peraturan yang berlaku serta tidak mengorbankan keselamatan rakyat.

Pihaknya berharap pemerintah segera turun ke lapangan, memperketat pengawasan dan mengambil keputusan yang tegas. Tujuannya jelas: melindungi hak hidup warga serta menjaga kelestarian lingkungan di daerah ini agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Sumber: Redaksi

Editor: Rsk

Reporter: Red Fikar Silondae

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *